Pelatihan Bahasa Isyarat Guna Tingkatkan Inklusivitas Pelayanan Publik Dipublikasikan pada: . Kategori: Berita.
Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur (Bapenda Jatim) mengadakan pelatihan daring dengan tema “Pelatihan Bahasa Isyarat dan Pelayanan Publik di Bidang Perpajakan Daerah” pada 28-29 Oktober 2025. Pelatihan ini diikuti oleh pegawai di lingkungan Kantor Badan dan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT PPD) se-Jawa Timur dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang adil dan inklusif.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Administrasi dan Pelayanan Pajak Daerah Bapenda Jatim, Rizal Wahyu Putranto, S.Kom., M.Si. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kompetensi para aparatur dalam melayani masyarakat harus diperkuat untuk meningkatkan inklusivitas pelayanan publik. “Adanya pelatihan ini bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang ramah dan prima di seluruh kalangan masyarakat,” ujar Rizal.
Dalam pelatihan daring ini, Bapenda Jatim bekerja sama dengan Maskurun, Ketua DPD Gerkatin (Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia) Jawa Timur. Gerkatin merupakan organisasi tunarungu berskala nasional yang memiliki tujuan untuk mewujudkan kesetaraan, kesejahteraan serta kompetensi bagi setiap penyandang tunarungu.
Sebagai perwakilan dari Gerkatin Jatim, Maskurun memberikan pemaparan mengenai teknik komunikasi efektif dalam berinteraksi dengan disabilitas tuli kepada pegawai Bapenda Jatim. Para peserta pelatihan juga diajarkan penggunaan bahasa isyarat serta abjad-abjad pada bisindo yang nantinya dapat digunakan dalam praktik pelayanan perpajakan.
Selain pelatihan bahasa isyarat, peserta juga mendapatkan pelatihan pelayanan publik bersama dua narasumber lainnya, yaitu Yusuf Maulidin, Master Trainer BNSP RI & Head of Operational of AMS Training Solution, serta Grace Mamahit, Master Trainer BNSP RI & Founder WePro Communication. Kedua narasumber yang merupakan praktisi di bidang pelayanan publik ini memberikan pemaparan mengenai keterampilan komunikasi bagi petugas sebagai garda terdepan, prinsip-prinsip pelayanan yang baik, hingga penanganan keluhan pelanggan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu memahami serta mengimplementasikan pelayanan publik yang inklusif secara profesional. Dengan begitu, aparatur di lingkungan Bapenda Jatim dapat memberikan layanan yang lebih mudah diakses, inovatif, dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
HUMAS BAPENDA JATIM